The Best National Company Automotive
  • #1 in Component Automotive
  • Certified IATF 16949:2016
  • The Best Local Vendor
By - admin

Kick Off Ekosistem Industri & Implementasi 4.0 di IKM Kab. Tegal – Jawa Tengah

Bisnis.com, JAKARTA - Industri kecil dan menengah (IKM) di sektor komponen otomotif dinilai memiliki peluang besar menangkap kebutuhan agen pemegang merek (PAM) dalam meningkatkan jumlah tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan IKM otomotif berperan strategis sebagai pemasok yang memproduksi komponen serta aksesoris mobil dan motor sesuai standar dan kualitas agen pemegang merek (APM). Pada Januari-September 2021, jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih di dalam negeri mencapai 627.545 unit.

       Adapun total penjualan kendaraan roda dua di dalam negeri pada periode tersebut sebesar 3,76 juta unit. "Peningkatan TKDN diharapkan berdampak pada luasnya peluang bagi para IKM, terlebih apabila didukung dengan peningkatan produktivitas melalui implementasi ekosistem industri 4.0 dalam proses produksi," kata Agus pada acara Kick Off Ekosistem Industri dan Implementasi 4.0 pada IKM Alat Angkut, di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

       Agus menyebutkan sejumlah APM yang telah menjalin kemitraan dengan IKM seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), PT Astra Honda Motor (AHM), PT Komatsu Indonesia, dan juga Tier 1 industri otomotif lainnya. Selain itu, dia juga menggarisbawahi pentingnya adaptasi pemasaran digital dalam proses bisnis IKM komponen otomotif. Perkembangan penjualan ritel melalui platform digital melonjak hingga 65 persen saat pemberlakuan pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19. Hal itu membuktikan bahwa ekosistem digital yang diadaptasi industri, logistik dan ritel, memegang peranan penting bagi kestabilan ekonomi. Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ikma) Kemenperin, Reni Yanita mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan ekosistem industri 4.0 di Sentra Logam Kabupaten Tegal guna mendukung produktivitas IKM alat angkut di daerah tersebut. Sebagian besar IKM di Tegal merupakan supplier dari APM kendaraan bermotor roda dua, roda empat, dan alat berat.

       Kemenperin, lanjutnya, telah melaksanakan program penerapan industri 4.0 bagi IKM alat angkut melalui Pendampingan Implementasi Penerapan Teknologi 4.0 dengan pilot project pada PT Bimuda Karya Teknik (BKT) yang telah menjadi supplier PT Metindo Era Sakti (MES) sebagai Tier 1 dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Dalam pilot project tersebut, telah dilakukan pemasangan sensor Internet of Things (IoT) pada mesin produksi yang disertai dengan pendampingan tenaga ahli.